Sabtu, 15 Februari 2014

Kisah Islam Menginspirasi - BATU BATA DARI SURGA



BATU BATA DARI SURGA 

Ada sebuah keluarga yang teramat miskin. Sang suami tidak dapat menafkahi keluarganya dengan nafkah yang sepantasnya. Kemimiskinan tersebut membuat istrinya tidak sabar dan menyuruh suaminya berdo’a agar diberi rejeki yang cukup oleh Allah SWT. “Berdo’alah kepada Allah agar Dia memberi kekuasaan rejeki kepada kita” kata sang istri.
Laki-laki itu pun berdo’a kepada Allah SWT, “Ya Allah berilah kami keluasan rejeki sehingga kami bisa bercukupan di dunia ini” do’a laki-laki itu.
Pada saat suaminya berdo’a, sang istri masuk rumah. Tiba-tiba ia melihat batu bata emas di pojok rumahnya. Lalu ia mengambilnya dan menunjukkan kepada suaminya batu bata emas tersebut. Suaminya berkata “Jual lah batu bata itu dan uangnya boleh kau pergunakan sesuka hatimu”
Pada malam hari laki-laki itu tidur. Di dalam tidurnya ia bermimpi masuk surga. Ia melihat sebuah bangunan istana yang megah di surga itu. Dindingnya terbuat dari batu bata emas. Namun, ada yang hilang. Lalu ia bertanya, “Untuk siapakah istana indah ini ?”
“Untuk mu” jawab malaikat Ridwan. “ Mengapa batu batanya kurang satu ?” tanyanya lagi. “Yang satu telah diambil dan diberikan untukmu di dunia” jawab malikat Ridwan.
Laki-laki itu terkejut bukan main. Ia segera terbangun dari tidurnya dan berkata, “Berikan batu bata emas itu kepadaku” Setelah batu bata emas itu diterimanya, lalu di letakkan di atas kepalanya dan ia berdo’a, “Ya Allah, hamba telah batu bata ini” Lalu Allah mengembalikan batu bata tersebut ke tempat asalnya di surga.
Demikianlah kemudian Rasulullah bersabda, “Tidak satu suapan pun yang manusia ambil di dunia, melainkan Allah SWT mengurangi bilangannya di akhirat”. Sesuai dengan firman Allah SWT, “Barang siapa menghendaki tanaman akhirat niscaya Kami akan menambahkan untuknya dan barang siapa menghendaki tanaman dunia niscaya akan Kami berikan dan di akhirat dia tidak mempunyai bagian.”

SUMBER : Masykur, Muhammad Syafi'i.2009.101 Kisah Teladan Pembangun   Jiwa.Yogyakarta:Nafas Ilmu.