BATU BATA DARI SURGA
Ada sebuah keluarga yang teramat miskin. Sang
suami tidak dapat menafkahi keluarganya dengan nafkah yang sepantasnya.
Kemimiskinan tersebut membuat istrinya tidak sabar dan menyuruh suaminya
berdo’a agar diberi rejeki yang cukup oleh Allah SWT. “Berdo’alah kepada Allah
agar Dia memberi kekuasaan rejeki kepada kita” kata sang istri.
Laki-laki itu pun berdo’a kepada Allah SWT, “Ya
Allah berilah kami keluasan rejeki sehingga kami bisa bercukupan di dunia ini”
do’a laki-laki itu.
Pada saat suaminya berdo’a, sang istri masuk
rumah. Tiba-tiba ia melihat batu bata emas di pojok rumahnya. Lalu ia
mengambilnya dan menunjukkan kepada suaminya batu bata emas tersebut. Suaminya
berkata “Jual lah batu bata itu dan uangnya boleh kau pergunakan sesuka hatimu”
Pada malam hari laki-laki itu tidur. Di dalam
tidurnya ia bermimpi masuk surga. Ia melihat sebuah bangunan istana yang megah
di surga itu. Dindingnya terbuat dari batu bata emas. Namun, ada yang hilang.
Lalu ia bertanya, “Untuk siapakah istana indah ini ?”
“Untuk mu” jawab malaikat Ridwan. “ Mengapa batu
batanya kurang satu ?” tanyanya lagi. “Yang satu telah diambil dan diberikan
untukmu di dunia” jawab malikat Ridwan.
Laki-laki itu terkejut bukan main. Ia segera
terbangun dari tidurnya dan berkata, “Berikan batu bata emas itu kepadaku”
Setelah batu bata emas itu diterimanya, lalu di letakkan di atas kepalanya dan
ia berdo’a, “Ya Allah, hamba telah batu bata ini” Lalu Allah mengembalikan batu
bata tersebut ke tempat asalnya di surga.
Demikianlah kemudian Rasulullah bersabda, “Tidak
satu suapan pun yang manusia ambil di dunia, melainkan Allah SWT mengurangi
bilangannya di akhirat”. Sesuai dengan firman Allah SWT, “Barang siapa
menghendaki tanaman akhirat niscaya Kami akan menambahkan untuknya dan barang
siapa menghendaki tanaman dunia niscaya akan Kami berikan dan di akhirat dia
tidak mempunyai bagian.”
SUMBER : Masykur, Muhammad Syafi'i.2009.101 Kisah Teladan Pembangun Jiwa.Yogyakarta:Nafas Ilmu.